Rembuk Stunting
01 Juli 2026 12:22:23 WITA
Dapdap Putih – Pemerintah Desa (Pemdes) Dapdap Putih, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, menggelar musyawarah Rembuk Stunting pada Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan langkah intervensi strategis dan komitmen bersama dalam mempercepat penurunan serta pencegahan kasus stunting (gangguan pertumbuhan pada anak akibat kurang gizi kronis) di wilayah desa.
Acara yang berlangsung di Aula Kantor Desa Dapdap Putih ini dihadiri oleh Perbekel Desa Dapdap Putih beserta perangkat desa, Camat Busungbiu, Pendamping Desa, Tim Penggerak PKK, Kader Pembangunan Manusia (KPM), bidan desa, petugas kesehatan dari Puskesmas Busungbiu, perwakilan Kecamatan Busungbiu, serta tokoh masyarakat setempat.
Rembuk Stunting merupakan forum musyawarah penting yang mempertemukan berbagai pihak untuk mengevaluasi data capaian, mengidentifikasi kendala di lapangan, dan merumuskan usulan program kerja yang akan diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa.
Dalam sambutannya, Perbekel Desa Dapdap Putih menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya bertumpu pada sektor kesehatan, melainkan butuh sinergi multi-sektor, mulai dari pemenuhan gizi, edukasi pola asuh, hingga penyediaan sanitasi yang layak.
"Rembuk stunting ini adalah wadah kita bersama untuk menyusun peta jalan yang konkret. Kita ingin memastikan bahwa alokasi Dana Desa ke depan benar-benar menyasar program pencegahan secara tepat, agar anak-anak di Desa Dapdap Putih tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas," ungkapnya.
Dalam forum tersebut, Kader Pembangunan Manusia (KPM) memaparkan laporan hasil pemantauan status gizi (tinggi badan dan berat badan) balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang ada di wilayah Desa Dapdap Putih selama beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data tersebut, forum kemudian menyepakati beberapa poin rekomendasi utama, antara lain:
-
Optimalisasi pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang padat gizi bagi balita dan ibu hamil KEK (Kekurangan Energi Kronis).
-
Peningkatan kapasitas kader Posyandu melalui pelatihan intensif.
-
Penyuluhan berkala mengenai pola asuh, kesehatan reproduksi, dan pentingnya ASI eksklusif bagi pasangan muda dan ibu baru.
-
Peningkatan akses air bersih dan perbaikan sanitasi lingkungan di lingkungan keluarga berisiko stunting.
Kegiatan Rembuk Stunting ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Bersama oleh Perbekel, perwakilan Puskesmas, KPM, dan perwakilan lembaga desa sebagai bentuk komitmen nyata dalam mengawal seluruh program penanganan gizi buruk yang telah disepakati hingga tingkat banjar dinas.
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |

.jpeg)














